Setelah setiap hari sibuk kuliah, bekerja di kantor, atau mengurus rumah, ada saatnya kamu merasa lelah dan penat. Ingin rasanya keluar dan berjalan-jalan menikmati hidup.

Tapi, setelah melihat ongkos tour…

Kandaslah keinginan jalan-jalan karena biaya yang besar dan kamu pun kembali ke rutinitas dengan pikiran dan hati yang masih lesu.

Tahukah kamu kalau traveling itu sebenarnya tidak harus mahal

Zaman sekarang kamu tidak harus ikut tur atau biro jasa untuk sekadar refreshing dan jalan-jalan. Kalau tujuanmu ingin traveling dengan santai, kamu bisa merencakan perjalananmu sendiri.

Jangan khawatir masalah biaya karena kamu bisa memanfaatkan 5 tips ini untuk merencanakan perjalananmu. Dengan begitu, kamu bisa bersenang-senang, tapi kantong juga masih bisa bernapas!

Rencanakan traveling-mu dari jauh-jauh hari

Ini adalah tips yang WAJIB kamu lakukan untuk berhemat pada saat melakukan traveling. Kalau perlu, rencanakan perjalananmu di tahun sebelumnya.

Mengapa? Karena kamu bisa mendapatkan harga tiket yang jauh lebih murah dengan memesan saat ada promo atau melalui travel fair.

Jadi, begitu kalender tahun berikutnya diluncurkan, segera cari tanggal yang kamu rasa cocok dengan jadwalmu. Lalu, ajukan cuti ke kantormu atau ajaklah keluargamu untuk melakukan perjalanan di tanggal itu. Dan, mulailah mencari promo tiket perjalanan di berbagai website seperti Traveloka dan Tiket.com.

Selain itu, kamu juga bisa mencari tanggal acara travel fair di kotamu. Manfaatkan pameran ini dengan baik karena banyak maskapai penerbangan akan menawarkan tiket perjalanan dengan harga yang jauh lebih murah dari harga normal.

Tiket beres, kantong nggak kempes!

Pilih penginapan alternatif selain hotel

Kamu tidak harus memilih hotel berbintang untuk mendapatkan penginapan yang nyaman.

Sekarang ini, banyak sekali penginapan alternatif yang menawarkan kenyamanan yang tidak kalah dengan hotel berbintang seperti:

  • Homestay

Homestay adalah penginapan yang disewakan oleh pemilik rumah secara langsung. Biasanya, berupa bagian rumah atau beberapa kamar dari rumah mereka sendiri.

Sesuai dengan namanya, home yang berarti rumah dan stay yang berarti tinggal, kamu menginap di rumah sang pemilik rumah dengan berbagai macam fasilitas yang ditawarkan.

Penginapan jenis ini sangat populer. Harganya cenderung lebih murah dengan fasilitas lebih komplit: sarapan, snack, dan makan malam (bervariasi sesuai dengan kebijakan pemilik fasilitas).

Satu keunggulan lainnya: bisa untuk banyak orang.

Ini sangat cocok kalau kamu bepergian bersama teman-teman. Beberapa pemilik rumah memang membatasi jumlah tamunya. Tapi, kamu tetap bisa mencari homestay bisa dihuni oleh banyak orang sekaligus.

Apalagi, homestay memiliki suasana homey dan alami layaknya rumah sendiri. Karena itu, banyak turis mancanegara dan backpackers lebih suka menginap di homestay dibandingkan jenis penginapan lainnya.

Nah, kamu juga bisa mengikuti langkah mereka dengan memilih menginap di penginapan alternatif jenis homestay ini.

Selain hemat biaya menginap, kamu juga bisa menghemat biaya makan. Lumayan lah, ya!

  • Guest House

Guest house biasanya disediakan oleh sebuah institusi, perusahaan, atau perorangan untuk tamu menginap. Namun tidak jarang juga mereka menyediakan fasilitas ini untuk disewa oleh publik.

Sesuai namanya, “rumah tamu” ini biasanya berupa sebuah rumah, komplit dengan kamar tidur, dapur, dan ruang keluarga. Cocok untuk kamu yang berencana traveling rame-rame atau bersama keluarga.

Berbeda dengan homestay, biasanya guest house tidak menyediakan fasilitas sarapan maupun camilan.

Jadi, kalau kamu berencana menginap di guest house, carilah lokasi yang dekat dengan pusat kota, atau bahkan pusat kuliner kota tujuanmu.

  • Bed & Breakfast (B&B)

Bed and breakfast artinya adalah tempat tidur dan makan pagi.

Di Indonesia, B&B mungkin lebih dikenal dengan istilah motel atau losmen.

B&B sebenarnya mirip dengan hotel bintang satu atau dua. Perbedaannya adalah B&B tidak menyediakan fasilitas apa pun selain makan pagi. Kamar yang disediakan pun seadanya: tempat tidur dan kamar mandi.

Nah, kalau tujuanmu menginap hanya untuk istirahat atau menumpang tidur, mungkin ini adalah pilihan yang paling cocok buatmu. Toh, besoknya kamu akan sibuk jalan-jalan lagi, kan?

  • Hotel kapsul

Nah, ini dia salah satu jenis penginapan yang sedang tren.

Sesuai namanya, kamar hotel ini berkonsep “kapsul”. Hotel ini hanya menyediakan satu ruangan sempit per tamu. Bentuknya mirip kapsul memanjang, biasanya bertingkat seperti ranjang susun, dan rata-rata digunakan untuk tidur saja.

Untuk menyimpan barang, biasanya kamu akan diberikan satu loker dan kuncinya. Kadang, beberapa hotel kapsul menyediakan stop kontak di dalamnya.

Satu hal yang perlu kamu perhatikan: kamu harus berbagi dengan orang lain.

Karena konsepnya yang super sederhana, kamu hanya dibekali penutup tipis yang memisahkan kamu dan tamu di sebelahmu. Kamar mandi pun hanya ada beberapa dan harus digunakan bergantian.

Jadi, jangan sampai kamu membuat keributan di tengah malam. Bisa-bisa semua tamu di sekitarmu terbangun!

Yang digemari banyak backpacker dari hotel ini adalah harganya. Kamu cukup mengeluarkan biaya Rp60.000,00-Rp100.000,00 untuk menginap semalam, bergantung pada lokasi dan kota. Murah, ya?

Sebelum memesan, selalu verifikasi dulu tempat dan fasilitasnya. Kamu bisa mencari testimoni-testimoni para tamu yang sudah lebih dulu menggunakan penginapan itu.

Kamu tidak perlu susah-susah lagi googling satu per satu. Cukup cari di situs-situs perjalanan seperti Airy dan Traveloka untuk membaca review penginapan alternatif. Lalu, pilihlah penginapan dengan review yang bagus.

Oh, ya! Jangan lupa tanyakan promo yang ada di penginapan tujuanmu, atau manfaatkan juga voucher-voucher yang ditawarkan situs-situs perjalanan. Siapa tahu kamu bisa mendapatkan special rate atau diskon khusus!

Hindari restoran mahal dan area makan di lokasi bisnis atau tempat wisata

Ini nih, yang sering kali membuat pengeluaranmu membengkak saat bepergian.

Saking asiknya jalan-jalan dan menikmati tempat-tempat wisata, kamu jadi capai dan lelah. Karena lelah, perutmu jadi lapar dan semua makanan di mana mata memandang terlihat lezat. Akhirnya, keluarlah dompet dan kamu mulai membeli satu camilan, dua camilan, dan seterusnya. Masih belum kenyang juga, kamu memutuskan untuk masuk ke salah satu restoran yang ada di dekat lokasi wisata tersebut. Waduh!

Padahal, makanan yang dijual di lokasi-lokasi wisata memiliki harga yang jauh lebih mahal dibandingkan restoran dan rumah makan biasa.

Camilan kentang goreng yang biasanya seharga Rp5.000,00 – Rp7.000,00 bisa menjadi Rp20.000,00 hingga Rp25.000,00 di lokasi wisata dan restoran mahal. Padahal, porsi dan rasanya sama saja.

Jadi, untuk menghindari jebakan tempat wisata seperti ini, lebih baik kamu makan lebih dulu sebelum berkunjung ke sana.

Kamu bisa juga membuat jadwal sendiri agar selesai mengunjungi tempat wisata sebelum makan siang. Asalkan jadwal lancar, kamu tidak harus makan di lokasi wisata yang kamu kunjungi.

Lebih hemat lagi, bisa? Tentu bisa!

Bawalah bekal sendiri.

Kalau kamu menginap di penginapan yang menyediakan fasilitas dapur atau dapur umum, kamu bisa menyiapkan bekal lebih dulu sebelum berangkat. Sekadar mi instan atau nasi goreng akan mudah disiapkan sebagai bekal di tempat wisata nanti.

Gunakan transportasi umum

Hindari menggunakan taksi, transportasi sewa, dan angkutan online jika akses transportasi umum seperti bus dan kereta bisa dijangkau dan dimanfaatkan.

Sudah menjadi pengetahuan umum kalau transportasi umum memiliki tarif yang pastinya lebih murah dibandingkan dengan taksi, persewaan, bahkan angkutan online. Ini akan banyak membantumu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan.

Kamu bisa menggunakan taksi dan transportasi online saat terjadi kendala dalam penggunaan transportasi umum. Selebihnya, kamu bisa mempelajari rute transportasi umum dan memanfaatkannya untuk berhemat.

Atau, kalau kamu senang membakar keringat, kamu juga bisa berjalan untuk pergi ke tempat-tempat yang cukup dekat, lho!

Manfaatkan layanan open trip bersama komunitas tertentu

Ini dia budaya traveling yang sedang naik daun saat ini. Open trip!

Untuk menghemat biaya dan menambah peserta, banyak komunitas kekinian yang mengadakan open trip atau liburan bersama yang dibuka untuk peserta tambahan di luar komunitas mereka. Kamu bisa mencari tahu tentang open trip seperti ini dan memanfaatkannya untuk menghemat biaya.

Selain berlibur, kamu juga bisa sekalian membangun jaringan dan menambah kenalan.

Bagi kamu yang masih jomblo, siapa tahu kamu bisa menemukan jodohmu di open trip ini?

Jadi, jangan tunda lagi kesempatanmu untuk traveling hanya karena masalah biaya! Gunakan 5 tips di atas agar traveling-mu lebih hemat, namun tetap menyenangkan!

Seperti kata salah satu penulis terkenal, Paulo Coelho, “Travel is never a matter of money, but of courage”: Bepergian itu bukan masalah uang, tapi keberanian.

Jadi, apa kamu punya keberanian untuk traveling?