Renovasi adalah pengeluaran rumah tangga yang tidak terhindarkan.

Dan renovasi itu mahal.

Baik membeli rumah lama untuk segera direnovasi maupun membeli rumah baru lalu direnovasi setelah beberapa tahun, renovasi adalah pengeluaran besar.

Artikel ini membahas cara mudah menghitung rincian anggaran renovasi sekaligus 11 tips jitu untuk mengurangi biaya ini dengan praktis.

Tapi, jangan terburu-buru melakukan renovasi.

Ada 2 hal penting yang perlu kamu tanyakan sebelum menghitung biaya renovasi rumah.

Kapan kamu harus melakukan renovasi?

Sebelum merenovasi, kamu tentunya harus tahu kapan waktu yang tepat untuk merenovasi.

Kira-kira per 5-10 tahun sekali.

Meskipun bangunan bisa bertahan hingga puluhan tahun, tetapi ada bagian-bagian yang membutuhkan renovasi setelah 5-10 tahun sekali. Misalnya:

  • cat mengelupas
  • desain kuno dan tidak mengikuti zaman
  • menambah bangunan atau lantai baru
  • atap bocor
  • dinding merembes
  • bangunan rusak
  • terlihat kusam dan tua
  • atau apa saja

Selain itu, faktor kondisi keuangan juga harus dipertimbangkan. Jangan sampai kamu merenovasi padahal tidak ada biaya atau pinjaman yang bisa diajukan.

Renovasi kecil atau besar?

Ini adalah pertanyaan penting kedua sebelum merenovasi.

Renovasi kecil biasanya dilakukan untuk dapur atau kamar mandi, sedangkan renovasi besar biasanya dilakukan untuk menambah bangunan atau lantai baru.

Tapi, jangan salah.

Biaya renovasi besar belum tentu lebih besar dari renovasi kecil.

Misalnya, renovasi kamar mandi. Ini adalah renovasi kecil tapi rumit karena kamu juga harus memasang instalasi air dan listrik. Jadi, mungkin saja biaya renovasi kamar mandi lebih murah daripada renovasi kamar lainnya.

Nah, kamu harus memikirkan jenis renovasi dan bagian mana saja yang perlu direnovasi sebelum membuat rincian biaya renovasi rumah.

Dengan begitu, rincian biayamu lebih detail dan efisien.

Budget calculation

Menghitung rincian biaya renovasi rumah

Ada banyak hal yang memengaruhi besar biaya rehab rumah.

Tapi umumnya, harga renovasi rumah ditentukan oleh kualitas bahan bangunan yang digunakan dan luas bangunan yang direnovasi.

Renovasi yang sangat murah memakan biaya 1,25-2,5 juta per meter persegi. Sedangkan, renovasi biasa memakan biaya 2,5-4 juta per meter persegi.

Kalau kamu menggunakan bahan bangunan low-grade atau kelas paling bawah (tapi, sesuai dengan SNI), biayanya sekitar 2,5 juta/m2. Kalau kamu menggunakan bahan berkualitas tinggi, biayanya akan menjadi sekitar 4 juta per/m2.

Karena biaya per meter perseginya tidak murah, kamu harus memprioritaskan renovasi. Salah satu caranya adalah dengan melihat proporsi biaya.

Proporsi yang digunakan di sini adalah untuk rumah sederhana yang terdiri dari 1 lantai dengan bahan bangunan low-grade. Proporsi ini adalah untuk renovasi besar, yaitu untuk keseluruhan rumah, bukan untuk renovasi kecil.

Inilah perkiraan proporsi untuk rumah kecil dan sederhana:

  • pondasi 15%
  • dinding 40%
  • lantai 5%
  • atap 15%
  • pintu dan jendela 15%
  • plafon 4%
  • lain-lain 6%

Lalu, langkah wajib selanjutnya sebelum memulai pekerjaan renovasi adalah membuat Rincian Anggaran Biaya (RAB).

Mengapa?

Agar kamu punya perkiraan biaya renovasi rumah yang jelas.

Lebih baik membuat RAB yang lebih mahal daripada lebih murah.

Kalau RAB-mu lebih murah daripada kenyataannya, kamu mungkin akan tekor dan kebingungan mencari dana tambahan yang dibutuhkan untuk menutup kekurangannya.

Pembuatan RAB bisa dikelompokkan menjadi tiga tahap:

Tahap awal: persiapan atau perencanaan

Tahap ini meliputi pembongkaran, pembersihan puing-puing bangunan, perencanaan instalasi listrik dan air, pemasangan papan bangunan, dan persiapan lainnya.

Tahap kedua: struktur bangunan

Tahap ini meliputi pondasi, balok bangunan, atap, lantai, dan struktur bangunan lain yang ingin direnovasi.

Tahap ketiga: arsitektur

Tahap ini meliputi penggunaan jasa tukang, pemasangan genting atap, batu bata, lantai keramik, instalasi listrik dan air, dan bagian arsitektur lainnya.

Renovasi yang paling sering dilakukan adalah tahap ketiga, di mana perbaikan rumah dibutuhkan di sana-sini.

Nah, saat membuat RAB, perincian biaya sebaiknya dihitung berdasarkan satuan per meter persegi (/m2). Kamu bisa mencari harga-harga ini secara online atau dengan mengunjungi toko bahan bangunan.

Inilah beberapa estimasi biaya renovasi rumah untuk bagian yang berbeda:

  • cat ulang dinding atau langit-langit: 35.000-45.000/m2
  • penggantian gypsum langit-langit: 150.000-200.000/m2
  • penggantian rangka atap atau galvanize: 200.000-250.000/m2
  • penutup atap: 120.000-250.000
  • penggantian lapisan lantai keramik: 300.000-500.000/m2

Sedangkan, untuk menghitung biaya jasa tukang, ada 2 cara yang bisa kamu gunakan:

Per hari

Inilah cara menghitung jasa tukang pada umumnya.

Misalkan, setiap tukang bekerja selama 7 hari dengan biaya 125.000 per hari. Biaya yang harus kamu keluarkan per tukang selama seminggu adalah: 7 x 125.000 = 875.000

Per meter persegi

Biasanya perhitungan biaya renovasi rumah per luasan (meter persegi) adalah untuk jasa borongan. Harga rata-ratanya sekitar 600.000-800.000/m2.

Jadi, meskipun rencana renovasi adalah 7 hari dan tukang ternyata membutuhkan waktu 10 hari, kamu tetap akan membayar harga yang sama.

Kekurangannya adalah tukang borongan biasanya bekerja seenaknya dan perincian anggaran biasanya kurang jelas.

old house in Indonesia

Tips-tips merenovasi rumah agar biaya lebih murah

Seperti yang sudah dikatakan di atas, meskipun biaya renovasi rumah tergolong mahal, tapi 11 tips di bawah ini bisa kamu gunakan untuk mengurangi biaya, lho!

1. Biaya setiap renovasi berbeda

Setiap bagian rumah memiliki tingkat kesulitan renovasi, bahan bangunan, jumlah pekerjaan, dan luas yang berbeda.

Jadi, wajar saja kalau biaya setiap renovasi berbeda.

Karena itu, kamu harus memikirkan bagian mana saja yang ingin direnovasi sebelum memulai.

Misalnya, kamu harus tahu bahwa biaya renovasi kamar mandi lebih besar dari kamar tidur. Padahal, kamar tidur lebih luas dari kamar mandi.

Mengapa?

Karena kamar mandi memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan serta jumlah pekerjaan yang lebih tinggi.

Kamu harus ingat bahwa di kamar mandi ada instalasi air dan listrik, serta pemasangan keramik. Sedangkan, di kamar tidur, tingkat kesulitannya tidak terlalu tinggi.

2. Bagian rumah mana yang paling sering direnovasi?

roof

Percaya tidak percaya, kamu paling sering merenovasi atap. Entah karena sering bocor, membuat udara panas, atau alasan apa pun.

Kamu bisa mengganti atap menjadi galvanum (galvanize) atau bahan bangunan lain yang dirasa lebih nyaman digunakan.

Selain atap, bagian rumah lainnya yang sering direnovasi adalah kamar mandi.

Renovasi kedua bagian rumah ini biasanya dihitung per m2. Misalkan, kamu ingin memasang keramik dan wastafel sekaligus instalasi air dan sanitasi seharga 3.000.000. Luas kamar mandi adalah 3 m2, sedangkan biaya penggantian keramik adalah 400.000 per m2.

Biaya yang dibutuhkan:

  • Keramik: 3 x 400.000 = 1.200.000
  • Wastafel, instalasi air, sanitasi: 3.000.000
  • Total = 4.200.000

3. RAB: semakin detail, semakin baik

Rencana Anggaran Biaya adalah caramu melacak pengeluaran untuk renovasi.

Tanpa RAB yang detail, kamu akan melewatkan banyak pengeluaran-pengeluaran kecil. Memang kecil, tapi kalau jumlahnya banyak, pengeluaran pun ikut membengkak.

Untuk membuat RAB yang baik, kamu bisa berkonsultasi dengan tukang, mandor, ahli renovasi, atau mencari bantuan konsultasi online.

Saat ini, sudah ada beberapa situs web online untuk konsultasi renovasi bersama arsitek, seperti:

Dari hasil konsultasi, pilihlah bagian yang sebaiknya direnovasi dan bahan bangunan yang efisien.

Tapi, tentu saja konsultasi (terutama dengan arsitek) membutuhkan biaya. Biaya ini tergantung pada sesi konsultasi dan berbagai faktor lainnya.

Atau, kamu bisa mencari contoh-contoh rincian harga renovasi rumah di internet dan perkiraan harganya.

Agar harganya lebih akurat, kamu bisa bertanya langsung ke toko bahan bangunan dan mencatat detail setiap bahan bangunan yang dapat dibeli.

Setelah RAB selesai, usahakan untuk disiplin dalam menjalankannya. Jangan menambah detail apa pun dalam RAB kalau tidak mendesak dan sangat penting.

Jika pengeluaranmu sesuai dengan RAB atau lebih sedikit, renovasimu pun akan berjalan lancar.

4. Skala prioritas tetap menjadi cara jitu untuk mengurangi beban biaya

unfinished wall - home renovation

Bagian rumah mana dulu yang mau kamu renovasi lebih dulu?

Tentu saja, kamu tidak bisa merenovasi seluruh bagian rumah sekaligus. Renovasi itu tidak ada habisnya.

Jadi, tentukan prioritasmu.

Renovasi bertahap adalah cara jitu mengurangi pengeluaranmu.

Karena itu, kamu sebaiknya merenovasi 1 bagian lebih dulu dengan menentukan skala prioritas dan biaya yang tersedia.

Misalnya, atap bocor lebih prioritas daripada mempercantik kamar mandi. Atau, menambah garasi lebih prioritas daripada memperluas taman.

Setelah prioritasmu jelas, jangan tergoda untuk mengganti bagian rumah lain tanpa perencanaan lebih dulu.

5. Manfaatkan bahan bangunan bekas yang masih layak pakai

Apakah bahan bangunan bekas masih bisa dipakai atau dijual lagi?

Tentu saja bisa!

Sebenarnya, ada 2 jenis bahan bangunan bekas yang masih layak pakai:

Reuse

Beberapa bahan bangunan memang bisa digunakan lagi untuk bagian rumah lainnya. Hanya perlu dibongkar atau dilepas, lalu dipasang di bagian lain.

Contohnya: kusen pintu, jendela, genteng, kaca, saluran sanitasi, kayu untuk atap, dan lainnya.

Kamu cukup merombak bahan-bahan ini kalau ingin mempercantiknya. Misalnya, dicat ulang atau dipernis. Jadi, kamu tidak perlu membeli bahan baru.

Recycle

Beberapa bahan bangunan lainnya dapat didaur ulang, lalu digunakan lagi.

Contohnya: keramik, batu bata.

Nah, di mana kita bisa mencari bahan bangunan bekas seperti ini?

  • dari rumah lama atau rumah yang kamu renovasi
  • membeli di toko bahan bangunan atau toko khusus bahan bangunan bekas
  • membeli di toko online khusus bahan bangunan bekas

Dengan trik ini, kamu bisa mengurangi bahan-bahan yang harus dibeli. Pengeluaran pun menjadi lebih lega.

6. Kamu bisa bernegosiasi dengan toko bangunan

Kalau kamu kenal baik dengan pemilik toko bangunan atau toko bangunan itu memiliki program cicilan, kamu bisa bernegosiasi, lho!

Beberapa toko bangunan bahkan bisa diajak sebagai rekanan.

Kamu bisa membeli bahan bangunan secara bertahap, kadang dengan mengangsur. Ini tentunya sangat menguntungkan bagi kamu yang melakukan renovasi secara bertahap.

Kamu mendapatkan kemudahan membeli, sedangkan toko bangunan memiliki pelanggan tetap.

Selain itu, kamu bisa memeriksa harga sendiri. Jadi, kamu bisa menghindari tukang atau mandor yang mungkin mengambil keuntungan dengan menaikkan bahan bangunan.

Hal penting lainnya, jangan membeli bahan-bahan bangunan berkualitas rendah. Kamu tidak ingin bangunan yang direnovasi cepat rusak, kan?

Jadi, pilihlah bahan-bahan yang berkualitas standar dengan harga ekonomis.

7. Penyedia jasa yang tidak profesional malah akan membuatmu merugi

construction worker

Itu adalah fakta.

Meskipun kelihatannya kamu bisa berhemat dengan menggunakan jasa kontraktor, arsitek, atau tukang yang murah, tapi ini sebenarnya malah membuatmu rugi.

Pilihlah jasa yang berpengalaman, jujur, dan profesional.

Saat kamu menggunakan jasa murah, ada risiko kualitas renovasi buruk, harga yang tidak sesuai dengan kualitas, dan tidak jujur.

Kontraktor atau arsitek umumnya menarik 10-15% dari total biaya, bisa lebih atau kurang.

Tentu saja ini adalah angka yang fantastis.

Jadi, kalau kamu ingin mengurangi biaya, tidak perlu menggunakan jasa kontraktor atau arsitek. Kamu cukup mencari mandor atau beberapa tukang profesional. Lalu, kamu bisa menyampaikan keinginan renovasimu pada mereka dan berdiskusi bersama.

Tukang-tukang profesional biasanya bisa menangani permintaan klien yang sederhana denganĀ  mudah.

8. Berburu diskon selalu menjadi tips andalan

Siapa yang tidak ingin diskon?

Banyak supermarket bahan bangunan dan toko-toko bahan bangunan online sering memberikan diskon besar.

Biasanya, semakin besar tokonya, semakin sering mereka memberikan diskon.

Kamu bisa berburu diskon secara online atau mencari iklannya di koran. Selain itu, biasanya mendekati hari-hari raya seperti lebaran, akhir tahun, dan lainnya, supermarket bahan bangunan seperti ini memberikan banyak diskon.

Saat mendekati hari-hari raya, terutama lebaran atau Idul Fitri, banyak orang ingin merenovasi rumah mereka agar terlihat lebih baik dan indah saat keluarga berkunjung ke rumah.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan diskon seperti ini!

9. Musim hujan adalah musuh besar renovasi rumah

raining season

Saat musim hujan, banyak pekerjaan tidak bisa dilakukan. Tidak terkecuali renovasi rumah.

Kalau atapmu bocor, lakukan renovasi sebelum musim hujan. Saat hujan, tukang pun akan berhenti bekerja padahal kita membayar mereka per hari.

Kecuali, jika kamu menggunakan pembayaran tetap atau per meter persegi. Pembayaran ini tidak terpengaruh cuaca atau lama waktu pengerjaan. Tapi, sering kali metode ini kurang jelas perinciannya dan riskan penipuan. Kamu juga tidak bisa memprediksi biaya sesungguhnya jika membayar di awal, kecuali kamu benar-benar tahu harga dan jenis materinya.

Jadi, usahakan jangan merenovasi saat musim hujan.

10. Konsep minimalis sangat menghemat biaya renovasi

Kamu tidak perlu menggunakan konsep yang rumit untuk melakukan renovasi.

Cukup lakukan renovasi yang sederhana dan minimalis, asalkan fungsi bangunan terpenuhi dengan baik. Dengan cara ini, pengeluaran untuk renovasi dapat ditekan.

Misalnya, daripada memasang banyak sekat yang mahal, dengan membuat ruang kosong yang luas. Lalu, kamu bisa menyiasatinya dengan bermain tatanan furnitur dan barang.

Ruang yang sempit pun bisa terlihat lebih luas dan lapang dengan desain minimalis dan penempatan barang yang tepat.

11. Ada banyak alternatif pinjaman untuk renovasi

Money

Biaya adalah salah satu kendala renovasi.

Tidak semua orang punya biaya yang memadai untuk melakukan renovasi. Padahal, sering kali renovasi harus segera dilakukan.

Untungnya, ada banyak produk pinjaman yang bisa kamu pertimbangkan.

Sama seperti KPR, kredit mobil dan motor, atau kredit lainnya, kamu bisa memanfaatkan pinjaman dari bank atau perusahaan fintech online.

Tapi, jangan lupa:

Nilai rumah yang direnovasi biasanya akan naik 10-15% per tahun.

Jadi, apakah kenaikan ini setimpal dengan pinjaman yang kamu ajukan? Rata-rata pinjaman membebankan bunga sekitar 1% per bulan atau lebih.

Karena itu, kamu harus mempertimbangkan hal ini sebelum mengajukan pinjaman, ya!

Nah, kamu bisa memilih salah satu produk kredit di bawah ini:

  • Kredit renovasi rumah (refinancing)
  • Kredit renovasi BPJS ketenagakerjaan (untuk karyawan)
  • Kredit tanpa jaminan (KTA)
  • Kredit multiguna (dengan jaminan)

Tentunya, setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Perhatikan bahwa setiap syarat setiap produk berbeda, bergantung pada lokasi dan kemampuan finansialmu.

money Indonesia

Kredit renovasi rumah

Jenis kredit ini ditujukan khusus untuk renovasi rumah. Artinya, kamu tidak bisa menggunakannya untuk kepentingan lain, misalnya membayar cicilan motor atau biaya kuliah.

Saat mengajukan kredit renovasi rumah, kamu sebaiknya mencairkan secara bertahap. Jangan langsung 100%.

Salah satu persyaratan kredit ini biasanya adalah Rincian Anggaran Biaya (RAB) atau estimasi biaya renovasi rumah.

Umumnya, bank bisa memberimu pinjaman hingga 80% dari total RAB. Jadi, kamu cukup membayar sendiri sisa 20%-nya.

Selain itu, beberapa bank biasanya akan meminta pertanggungjawaban berupa laporan perkembangan (progress report). Jadi, kamu harus mengirimkan laporan perkembangan disertai dengan foto dan berita acara. Lalu, bank akan menilai perkembangan renovasimu dan menentukan apakah kredit bisa dilanjutkan atau tidak.

Kredit renovasi BPJS ketenagakerjaan

Salah satu fasilitas tambahan dari BPJS ketenagakerjaan adalah pinjaman renovasi rumah.

BPJS bisa memberikan pinjaman hingga 50 juta dengan jangka waktu beragam hingga 10 tahun.

Bunga kredit renovasi BPJS ketenagakerjaan sedikit berbeda dengan kredit pada umumnya.

Bunga pinjaman renovasi rumah: suku bunga acuan Bank Indonesia + 3%

Jadi, misalkan suku bunga acuan Bank Indonesia saat ini adalah 4,5%, bunga pinjaman renovasi dari BPJS ketenagakerjaan adalah: 4,5% + 3% = 7,5%

Kredit tanpa jaminan

KTA biasanya menawarkan pinjaman 5 hingga 300 juta rupiah dengan jangka waktu 3 tahun.

Kelebihan dari KA:

  • plafonnya cukup besar
  • menawarkan beragam pilihan jangka waktu
  • tidak perlu memberikan jaminan sertifikat rumah atau apa pun

Untuk mengajukan pinjaman ini, kamu cukup memberikan dokumen pribadi dan bukti penghasilan.

Tapi tentunya, pinjaman tanpa jaminan lebih sulit disetujui daripada pinjaman dengan jaminan.

Kredit multiguna

Sesuai namanya, kredit multiguna bisa digunakan untuk beragam kebutuhan, termasuk renovasi rumah.

Kekurangannya adalah kamu membutuhkan jaminan untuk mengajukan pinjaman ini. Jaminan tidak hanya berupa sertifikat rumah. Kamu boleh menjaminkan kendaraan atau barang berharga lainnya.

Untuk pinjaman multiguna, bunganya berkisar antara 9-12%.

Nah, itu tadi 11 tips jitu yang bisa kamu coba untuk mengurangi biaya renovasi rumah.

Asalkan kamu merencanakan renovasi dengan baik dan membuat RAB yang detail, renovasimu akan berjalan lancar.

Jangan lupa untuk mempertimbangkan berbagai hal sebelum mengajukan pinjaman renovasi.

Sudah siap untuk merenovasi rumah? Bagikan pengalamanmu atau pertanyaanmu di bawah ini!