Semua orang pasti setuju:

Mengelola keuangan secara efisien tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Mengelola keuangan dengan baik berarti mampu berhemat sesuai kebutuhan dan mengalokasikan sisa uang untuk hal-hal yang penting.

Meskipun sulit, kamu tidak perlu khawatir.

Ini bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Dengan 15 tips mudah di bawah ini, kamu bisa berkomitmen untuk mengelola keuangan. Jadi, kondisi keuanganmu pun lebih fleksibel dan leluasa.

Langsung saja simak 15 tips cara mengelola keuangan secara efektif!

Berapa pendapatan dan pengeluaranmu?

Langkah pertama dan yang paling utama adalah selalu melacak pendapatan dan pengeluaranmu.

Kamu bisa menyiapkan buku kecil atau menggunakan HP untuk mencatat barang-barang yang dibeli, pengeluaran atau pembayaran apa pun setiap hari.

Berapa pendapatanmu? Berapa pengeluaranmu?

Usahakan untuk langsung mencatat pengeluaran setelah membeli atau membayar. Jadi, kamu tidak akan melupakannya nanti.

Untuk mempermudah melacak, kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi-aplikasi terkini, seperti:

Semua aplikasi ini memang didesain untuk membantu penggunanya mengelola uang, mulai dari mencatat pendapatan dan pengeluaran, hingga menampilkan statistik detail mengenai kategori pembelian bulanan.

Dari laporan bulanan, kamu bisa mengetahui apakah pendapatanmu lebih besar, setara, atau lebih kecil dari pengeluaranmu.

Jangan sampai melupakan tagihan

calculator - paying bills

Ada berbagai jenis tagihan. Mulai dari tagihan utilitas seperti air dan listrik hingga pinjaman dari bank atau cicilan motor dan rumah.

Salah satu cara mengelola keuangan secara efektif adalah dengan tahu persis tagihan apa saja yang perlu dibayar.

Bagaimana caranya?

Biasakan untuk mencatat semua tagihanmu. Kamu bisa menggunakan buku kecil, HP, atau aplikasi untuk membuat daftar tagihan ini.

Data yang perlu kamu catat:

  • jenis tagihan
  • jumlah tagihan
  • tenggat waktu pembayaran
  • suku bunga
  • dan informasi lain yang relevan

Kalau ada banyak tagihan yang perlu dibayar, buatlah skala prioritas. Kamu bisa mengurutkannya berdasarkan suku bunga, tenggat waktu pembayaran, atau jumlah tagihan.

Jangan lupa untuk menyesuaikan jadwal pembayaran tagihan dengan kemampuan membayarmu.

Contoh skala prioritas:

  1. tenggat waktu pembayaran
  2. jumlah tagihan

Dengan skala prioritas ini, kamu harus membayar tagihan dengan tenggat waktu paling dekat lebih dulu. Ini dilakukan untuk menghindari biaya penalti keterlambatan bayar.

Lalu, jika ada 2 tagihan yang jatuh tempo di tanggal yang sama, pilihlah jumlah tagihan yang lebih besar untuk dibayar lebih dulu.

Dengan membuat daftar tagihan, kamu bisa memperkirakan jumlah uang yang harus disisihkan setiap minggu atau bulan.

Jadi, keuanganmu lebih teratur dan dapat dikelola dengan baik.

Tidak hanya daftar tagihan, daftar pembelian juga sama pentingnya!

mengelola keuangan

Membeli itu tidak terasa!

Ini adalah fakta. Sering kali, kita sudah memiliki rencana untuk membeli sesuatu, tapi pada akhirnya malah membeli barang-barang lain di luar rencana.

Itulah pentingnya membuat daftar pembelian.

Daftar pembelian mencegahmu membeli barang-barang yang bukan prioritas. Selain itu, membuat daftar pembelian bisa membantumu mengingat barang apa saja yang kamu butuhkan dan harus dibeli.

Misalnya, kamu akan pergi ke supermarket. Tujuanmu adalah membeli sayur-sayuran untuk dimasak. Buatlah daftar pembeliannya, dan ambil bahan-bahan sesuai daftarmu.

Jangan melirik bagian lain di supermarket!

Kecuali mendesak, kamu belum membutuhkan barang-barang lain. Meskipun diskon besar-besaran.

Diskon dan voucher: manakah penawaran yang paling menguntungkan?

online shopping

Bandingkan. Bandingkan. Bandingkan.

Untuk mendapatkan harga termurah dengan kualitas baik, kamu harus rajin membandingkan produk satu dengan lainnya.

Kamu bisa mengetahui harga dengan mengunjungi toko fisik maupun mencarinya online.

Biasanya, harga online lebih murah daripada harga di toko.

Penyebabnya adalah karena toko fisik harus menyediakan biaya untuk sewa tempat, membayar tagihan listrik dan air, membayar karyawan, dan lainnya. Sedangkan, toko online sama sekali tidak membutuhkan modal lain, selain internet.

Untungnya, teknologi banyak membantu kita. Kamu bisa membandingkan harga-harga beragam produk melalui situs web khusus, seperti:

Kamu cukup mengetikkan barang yang ingin dicari. Misalnya, smartphone Samsung Galaxy Fan Edition. Lalu, situs-situs ini akan menampilkan harga produk dari berbagai marketplace dan toko online yang terdaftar.

Kamu tinggal membandingkan harganya, lalu mengunjungi situs web yang memberikan penawaran terbaik.

Selain perbandingan, diskon dan voucher adalah cara mudah menghemat biaya.

Dengan mencari diskon atau voucher, kamu bisa menyisihkan lebih banyak uang, sehingga membantumu mengelola keuangan dengan lebih efisien. Biasanya, kamu akan menemukan banyak iklan di selebaran, papan iklan, online, atau di mana saja.

Kalau kamu suka belanja online, beragam marketplace online sering memberikan diskon-diskon dan voucher-voucher menarik. Apalagi, kini jual-beli dan pembayaran online sedang sangat booming, sehingga penawaran gratis, diskon, dan sejenisnya marak ditemukan di mana pun!

Kalau kamu malas mengunjungi marketplace ini satu per satu, kini sudah ada situs web khusus yang mengumpulkan informasi tentang diskon, voucher, cashback, dan kupon, seperti:

Situs web dan aplikasi khusus seperti Shopback (Android) dan Hadiah juga biasanya menawarkan cashback menarik setiap minggu atau bulan.

Kamu bisa mencoba mengunjunginya dan melihat apakah ada produk yang kamu butuhkan atau tidak.

Selain situs web perbandingan, diskon, kupon, dan cashback, kamu juga bisa mampir ke situs web yang menawarkan cicilan tanpa bunga, seperti Akulaku (website, Android, iOS) atau Tokopedia (website, Android, iOS).

Barang bekas tidak selalu memberikan kesan negatif

Cuci Gudang

Banyak orang lebih suka membeli barang baru.

Alasannya karena terlihat lebih bagus, lebih tahan lama, atau gengsi. Nah, kalau barang-barang bekas masih bisa digunakan dan baik, mengapa tidak dimanfaatkan?

Toh, juga barang bekas tidak selalu memberikan kesan negatif.

Misalnya, celana jeans yang lubang di bagian lutut, bisa dipotong untuk dijadikan celana pendek. Atau, T-shirt yang berlubang juga bisa dipermak dan dijahit ulang atau dijadikan bahan baku untuk barang lain.

Sekarang, juga sudah banyak tutorial DIY menarik yang memanfaatkan barang-barang bekas.

Nah, dengan mengurangi pembelian barang baru, kamu bisa mengelola keuangan dengan lebih leluasa.

Alternatif lainnya, kalau barang bekasmu masih bagus dan kamu tidak memakainya, kamu bisa menjualnya secara online atau menawarkannya ke orang lain.

Hasil penjualannya bisa digunakan untuk menambah tabunganmu sehingga kondisi keuangan lebih lega.

Kamu bisa mencari barang-barang bekas layak pakai dengan harga lebih murah di:

Tidak ada ruginya menabung

 

Menabung itu adalah investasi.

Bagaimana tidak? Dengan menabung sedikit demi sedikit, kamu bisa mengumpulkan banyak uang setelah beberapa waktu tertentu.

Selain investasi, menabung bermanfaat karena:

Kamu mungkin pernah mendengar kisah seorang pria yang memasukkan uang 20 ribu setiap hari ke sebuah toples.

Suatu saat, ketika dia membutuhkan uang, dia membuka toples itu dan menemukan jutaan rupiah di dalamnya.

Nah, kamu bisa mulai menabung dengan cara yang sama atau menyimpan uang di bank.

Kalau jumlah simpananmu cukup besar, kamu juga bisa membeli barang yang tidak turun nilainya seperti emas atau tanah.

Kartu kredit: menguntungkan atau merugikan?

credit card
Saat menjelajah internet, kamu pasti menemukan dua jenis ulasan mengenai kartu kredit.

Menguntungkan atau merugikan?

Sebenarnya, ini tergantung sudut pandang dan gaya hidupmu. Kalau kamu tidak bisa mengendalikan diri, kartu kredit hanya akan merugikan.

Kalau kamu bisa memanfaatkannya dengan baik, kartu kredit bisa memberikan keuntungan karena menawarkan banyak promosi dan potongan harga menarik.

Tapi, biasanya banyak orang malah akan merugi dengan kartu kredit. Penyebabnya adalah mereka tidak bisa menahan diri. Siapa yang tidak tergoda untuk membeli sesuatu tanpa uang langsung?

Jadi, ada baiknya kalau kamu menghindari kartu kredit. Kecuali terpaksa.

Usahakan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan agar kamu tidak perlu terpaksa mengajukan atau menggunakan kartu kredit. Kalau kamu sudah telanjur memiliki kartu kredit, pastikan kamu selalu membayar tepat waktu.

Denda keterlambatan membayar cukup besar.

Dan, kalau kamu ingin terbebas dari kartu kredit, cobalah melakukan salah satu ini:

  • Membatasi penggunaan kartu kredit hingga batas minimal
  • Memblokir kartu kredit
  • Menggunting kartu kredit agar tidak bisa digunakan

Jadi, sekali lagi, kalau kamu tidak bisa menahan diri, jangan coba-coba memiliki kartu kredit!

Investasi cerdas bukan ceroboh

 

Gold

Investasi cerdas akan membantumu mengelola uang lebih mudah.

Pertama, kamu harus bisa membedakan antara investasi cerdas dan tidak. Investasi cerdas berarti kamu akan memperoleh keuntungan pasti dengan berinvestasi.

Dan ingat, jangan menggantungkan diri pada apa pun yang berbau taruhan atau gambling.

Misalnya, kalau kamu memutuskan untuk terjun di bidang trading atau Forex, carilah sumber daya online yang bisa membantumu memahami bidang ini. Keberhasilan dalam Forex ditentukan oleh kemampuan memprediksi, bukan asal tebak saja.

Atau, kalau kamu memutuskan untuk menyimpan emas, belilah emas dari penjual yang memiliki sertifikat dan tepercaya. Jadi, emasmu bisa dijual sewaktu-waktu dengan harga yang tidak terlalu jauh dari harga beli.

Sekarang ini, muncul beragam penawaran yang mengiming-imingi keuntungan besar, seperti skema piramida, ponzi, atau money game.

Hati-hati! Jangan sampai kamu terlena dengan penawaran bodong ini.

Meskipun kedengarannya menarik dan menguntungkan, skema-skema seperti ini suatu saat akan hancur. Kamu belum tentu bisa memprediksi kapan kehancuran ini terjadi. Daripada risiko merugi, lebih baik kamu tidak mengikutinya sama sekali.

Jadi, bedakan mana investasi yang cerdas dan ceroboh, ya!

Pembayaran otomatis jauh lebih praktis dan mudah

Tips ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai sesuatu yang praktis.

Pembayaran otomatis biasanya dapat dilakukan untuk pembayaran berulang, seperti tagihan bulanan. Nah, kamu bisa mengatur agar tagihan-tagihan ini terbayarkan secara otomatis. Biasanya, dengan menghubungkan ke rekening bankmu atau autodebet.

Dengan pembayaran otomatis, risiko terlambat membayar akan menurun.

Kalau tidak terlambat membayar, kamu tentunya tidak perlu membayar biaya penalti yang mahal. Selain itu, kamu tidak perlu kerepotan mengingat tanggal berapa harus membayar tagihan ini dan itu. Kalau kamu bukan orang yang cermat dan teliti, mengingat hal-hal kecil seperti ini mungkin terasa sulit.

Solusinya adalah dengan melakukan pembayaran otomatis.

Tapi ingat! Namanya otomatis, tetap ada risiko kesalahan terjadi.

Misalnya, pembayaran tidak dilakukan meskipun sudah diatur otomatis. Pembayaran ganda. Atau nominal pembayaran tidak sesuai. Itulah mengapa kamu wajib memeriksa rekening atau akun keuanganmu secara berkala.

Dengan kepraktisan ini, kamu bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk menerapkan cara mengelola keuangan lainnya.

Mobil dan motor itu menghabiskan uang

 

traffic in South Asia

Selain makanan, pengeluaran terbesar lainnya adalah mobil dan motor.

Entah untuk membeli bensin, memperbaiki bagian mobil dan motor yang rusak, atau membeli spare part yang baru, semua pengeluaran ini sangat besar.

Kalau kamu punya mobil atau motor, rawatlah dengan baik.

Perhatikan kapan kamu harus melakukan servis, panasi mobil atau motor setiap hari, dan kemudikan kendaraan dengan baik dan benar agar tidak terjadi kecelakaan.

Dengan merawat kendaraan, kamu bisa mengurangi pengeluaran yang seharusnya dapat dihindari. Misalnya, mesin cepat rusak karena jarang mengganti oli, bagian mobil rusak karena menabrak, dan lainnya.

Solusi lainnya adalah gunakan kedua kakimu kalau jarak yang ditempuh tidak jauh. Atau, manfaatkan transportasi online seperti Grab dan Gojek untuk pergi.

Selain lebih sehat, berjalan akan menghemat BBM. Penghematan ini cukup terasa untuk kendaraan roda empat. Jadi, dengan menghemat bensin dan merawat kendaraan, kamu bisa mengalokasikan budget mobil atau motor untuk anggaran lain yang lebih penting.

Belanja rokok adalah pengeluaran terbesar setelah makanan

 

addict

Tahukah kamu kalau rokok itu menghabiskan cukup banyak biaya?

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2016, pengeluaran untuk rokok adalah sekitar 13,8%, sedangkan makanan dan minuman 29% dan padi-padian (bahan pokok makanan) 14%.

Harga rokok hampir setara dengan nasi, bukan?

Coba, kita hitung. Misalkan kamu bisa menghabiskan 12 batang rokok per hari, dengan rata-rata pengeluaran 15.000 rupiah per hari.

  • Rokok sehari: 15.000
  • Rokok sebulan: 30 x 15.000 = 450.000
  • Rokok setahun: 365 x 15.000 = 5.475.000

Nah, dari perhitungan di atas, kamu harus mengeluarkan sekitar 450 ribu rupiah per bulannya dan 5,5 juta per tahun hanya untuk rokok.

Ingatlah, rokok itu bukan kebutuhan primer!

Kalau kamu merokok, pertimbangkan untuk berhenti. Dengan berhenti merokok, kamu bisa mengurangi biaya bulanan dan mengalokasikannya untuk kebutuhan keluarga lainnya, seperti makanan, rumah, uang sekolah, dan lainnya.

Bayangkan, apa saja yang bisa kamu beli dengan uang 5,5 juta.

Kisah dari Dita, misalnya. Pria ini memasukkan jatah rokoknya setiap hari ke dalam akuarium bekas yang disulap menjadi celengan. Setelah 1,5 tahun, Dita mampu membeli sepeda motor. Inspiratif, bukan?

Katakan ‘tidak’ pada pinjaman

Jangan biasakan untuk meminjam!

Baik dari orang lain, bank, pegadaian, atau lembaga keuangan apa pun. Kecuali kamu benar-benar membutuhkan uang dengan cepat atau dalam jumlah besar.

Beberapa contoh pinjaman yang sering kamu temukan:

  • pinjaman untuk bayar uang kuliah
  • pinjaman untuk renovasi rumah
  • pinjaman untuk modal bisnis
  • pinjaman untuk menutup utang lain
  • pinjaman untuk mencicil mobil
  • kredit pemilikan rumah (KPR)

Meskipun dengan mengajukan pinjaman kamu bisa memutar uang dan mendapatkan keuntungan, ini adalah sesuatu yang berisiko.

Kalau kamu tidak siap menerima risikonya, sebaiknya tidak perlu mengajukan pinjaman.

Pinjaman memberikan suku bunga yang cukup tinggi.

Selain itu, untuk mengajukan pinjaman, kamu harus punya sumber pemasukan yang jelas. Kalau tidak ada, kamu pasti akan kesulitan membayar utang. Kalau kamu melewati tenggat waktu pembayaran, biaya penaltinya tidak main-main. Dan, kredit dengan jaminan juga akan membuatmu kehilangan aset kalau tidak bisa membayar.

Nah, jadi pertimbangkan keadaan finansial dan pendapatanmu dengan baik sebelum mengajukan pinjaman apa pun!

Tidak perlu makan di luar

 

meals in Asia

Faktanya, makan adalah kebutuhan primer yang paling mahal.

Bayangkan saja, kalau kamu membutuhkan biaya 30.000 rupiah sehari untuk makan sederhana sekeluarga, kamu wajib menyisihkan: 30 x 30.000 = 900.000 per bulan.

Belum lagi, kalau kamu makan di luar, biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih mahal. Misalnya, dengan memasak di rumah, kamu cukup mengeluarkan 30 ribu sehari. Tapi, dengan makan di luar, kamu membutuhkan 50 ribu sekali makan sekeluarga.

Jauh lebih mahal, bukan?

Kalau sesekali, tidak apa-apa. Tapi, kalau terlalu sering, pengeluaranmu akan membengkak.

Jadi, salah satu cara mengelola keuangan dengan efektif dan efisien: hindari makan di luar.

“Saya ingin” atau “saya butuh”?

“Saya ingin” dan “saya butuh” adalah dua hal yang sangat berbeda.

Kamu harus membiasakan diri untuk memenuhi “saya butuh” daripada “saya ingin”. Kebutuhan banyak orang umumnya meliputi:

  • makanan
  • rumah
  • pakaian
  • sekolah atau kuliah

Nah, untuk memenuhi kebutuhan ini secara sederhana, kamu bisa menyiasati dengan memasak di rumah, membangun rumah secara bertahap (atau kalau terpaksa menggunakan kredit pemilikan rumah), memanfaatkan pakaian bekas yang masih layak pakai, mencari beasiswa, dan lainnya.

Beberapa contoh “saya ingin” adalah smartphone baru, perhiasan baru, dan barang-barang tersier lainnya yang tidak terlau penting.

Kalau kamu sangat menginginkan sesuatu, ada baiknya kamu mulai menabung dari sekarang.

Jadi, kebutuhan dan keinginanmu sama-sama terpenuhi.

Pisahkan rekening pribadi dan bisnis

Kalau kamu adalah seorang penjual, pebisnis, atau memiliki usaha apa pun, selalu pisahkan rekening pribadi dan bisnis.

Ada beberapa keuntungan dari memisahkan rekening:

  • Kamu tidak kesulitan melacak pemasukan dan pengeluaran dari bisnis
  • Tidak ada risiko menggunakan uang pribadi untuk bisnis
  • Usahamu terlihat lebih bonafide dengan rekening khusus

Nah, kalau kamu bisa melacak pemasukan dan pengeluaran di rekening pribadi dan bisnis dengan baik, kamu pasti bisa mengelola keuangan dengan lebih baik.

Selain itu, kamu tidak perlu takut akan menggunakan uang pribadi secara tidak sengaja. Jadi, kamu bisa mengalokasikan anggaran yang berbeda untuk kedua rekening yang berbeda ini.

Itu tadi 15 tips penting yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berhemat dan melacak pemasukan dan pengeluaran, mengelola keuangan pun akan terasa lebih mudah dan efisien. Ingatlah untuk berkomitmen dalam mengatur keuangan.

Jangan lupa untuk menceritakan pengalamanmu tentang cara mengelola keuangan, ya!