Hari raya Idul Fitri adalah sebuah momen yang sangat ditunggu-tunggu setiap tahunnya, terutama oleh para pekerja kantoran. Pasalnya, di hari inilah mereka mendapatkan libur panjang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan sanak saudara.

Tetapi, ada satu hal yang lebih penting dan lebih ditunggu-tunggu menjelang hari raya Idul Fitri. Kamu tahu dong, pastinya! T-H-R atau Tunjangan Hari Raya.

Tunjangan Hari Raya adalah bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya di hari raya Idul Fitri. Jumlahnya berbeda-beda sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan. Pada umumnya, nominal THR sebesar gaji per bulan karyawan tersebut.

Nah, banyak orang menganggap THR sebagai bonus atas kerja keras mereka selama di kantor. Jadi, mereka menggunakannya untuk berfoya-foya dengan berbelanja ke mal, berlibur ke luar negeri, atau membeli gadget canggih terbaru.

Padahal, sebenarnya THR bisa kamu manfaatkan, lho! Yuk langsung saja kita bahas 5 kiat cerdas untuk menggunakan THR.

 

Pembayaran zakat

Sumber gambar: www.dailymoslem.com

Kiat cermat yang pertama adalah dengan membayar zakat. Membayar zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat Muslim. Secara umum, zakat terbagi menjadi 2 jenis yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Zakat maal terdiri dari berbagai macam jenis seperti zakat profesi, zakat emas dan perak, zakat perniagaan, zakat investasi, zakat tabungan atau deposito, dan lainnya. Setiap zakat memiliki perhitungan masing-masing.

Nah, pertanyaannya, apakah THR harus dizakatkan seperti zakat penghasilan yang didapatkan setiap bulannya? Kalau iya, bagaimana perhitungannya?

THR dianggap sama dengan bonus yang diperoleh dari hasil kerja, yang jumlahnya tidak tetap. Caranya: gabungkan THR dengan gaji yang diperoleh saat itu. Tentu saja, jika total penjumlahan keduanya sudah mencapai nishab dalam hitungan rata-rata. Jika sudah mencapai nishabnya, kamu wajib memberikan zakat 2,5% dari total penjumlahan sebelum dikurangi untuk keperluan sehari-hari.

Jika jumlah THR dan gaji memang belum mencapai nishabnya, kamu tetap dapat menyisihkan dana THR untuk melakukan infaq atau bersedekah kepada yang membutuhkan.

 

Pembayaran utang dan cicilan

Sumber gambar: bisnis.tempo.co

Selanjutnya, membayar utang atau cicilan. Pembayaran utang atau cicilan sebaiknya dijadikan prioritas utama setelah melakukan zakat. Buatlah daftar rincian utang atau cicilan apa saja yang kamu miliki. Dari daftar itu, tentukan prioritas utang atau cicilan mana yang harus didahulukan pembayarannya.

Kamu tidak perlu ragu apabila uang THR-mu habis untuk membayar utang atau cicilan karena ini akan meringankan bebanmu di kemudian hari. Jangan sampai kamu lebih memilih menggunakan dana THR untuk membeli hal-hal yang belum diperlukan, padahal utang atau cicilanmu masih menumpuk, atau bahkan malah menambah utang atau cicilan.

Investasi

Alih-alih menghabiskan THR untuk berbelanja barang-barang yang nilainya akan turun di masa mendatang, kamu sebaiknya memulai investasi untuk jaminan masa depanmu.

Kamu dapat memilih berbagai macam jenis investasi. Tentunya, kamu harus memilih investasi yang sesuai dengan kondisi keuanganmu dan jenis investasi yang sudah pasti aman. Beberapa jenis investasi yang cukup diminati oleh pemula adalah investasi berbentuk emas, deposito, reksa dana, mata uang asing/valas, dan beberapa investasi lainnya.

  • Emas

Salah satu investasi yang paling diminati banyak orang adalah emas. Emas merupakan investasi jangka panjang karena harga emas memang cenderung akan meningkat meskipun dalam waktu yang lama, serta melewati beberapa kali fluktuasi setiap tahunnya. Jadi, kamu membutuhkan jangka waktu tertentu untuk menikmati keuntungan investasi emas ini.

Investasi emas sampai saat ini sangat banyak diminati karena kemudahannya. Modal yang dibutuhkan pun tidak banyak. Dengan bekal 200 ribu rupiah saja, kamu dapat langsung pergi ke toko emas untuk menukarkan uangmu dengan perhiasan emas.

Namun, kalau kamu berminat untuk menginvestasikan THR-mu dalam bentuk emas, sebaiknya belilah emas batangan atau gelondongan. Jika kamu membeli dalam bentuk perhiasan, beberapa toko emas akan mengenakan potongan model perhiasan setelah beberapa tahun karena dianggap sudah ketinggalan zaman.

Investasi berbentuk emas juga tergolong berisiko, terutama dalam hal penyimpanan. Kamu harus berhati-hati menyimpan emas fisik yang sudah dibeli. Pastikan kamu menyimpan investasimu di tempat yang aman. Kamu dapat membeli brankas khusus atau memanfaatkan layanan bank yang menyediakan jasa brankas untuk menyimpan harta benda.

  • Deposito

Selain emas, deposito juga sangat banyak diminati. Deposito merupakan jenis investasi yang memiliki tingkat risiko sangat kecil dengan modal yang cukup terjangkau. Jika dulu jumlah minimal deposito adalah 15-20 juta, sekarang hanya dengan 8 juta, kamu sudah memiliki deposito.

Selain itu, kamu dapat menyimpan THR-mu di rekening deposito dalam jangka waktu mulai dari 1 bulan hingga 12 bulan. Besarnya bunga deposito yang dapat kamu peroleh adalah sekitar 4%-5%, sesuai dengan jangka waktu dan kebijakan masing-masing bank.

  • Reksa dana

Jenis investasi yang cukup diminati berikutnya adalah reksa dana. Mungkin kamu bertanya-tanya apa itu reksa dana?

Simple-nya seperti ini: kamu memercayakan THR yang akan diinvestasikan kepada pihak reksa dana atau “manajer investasi” untuk dikelola dalam bentuk saham, obligasi, dan deposito. Dalam jangka waktu tertentu, investasi itu akan mendapatkan keuntungan yang akan dikembalikan ke pemilik rekening reksa dana.

Reksa dana cukup diminati oleh para investor karena memiliki tingkat risiko dan modal kecil. Kamu dapat melakukan investasi reksa dana hanya 1 kali atau secara berkala.

  • Tanah/properti

Tanah/properti adalah jenis investasi yang pasti menguntungkan. Seperti yang kita ketahui, harga tanah/properti tidak akan pernah turun, kecuali jika daerah itu terkena bencana alam yang parah.

Memang, jumlah dana yang harus disiapkan agak besar untuk tipe investasi ini. Tetapi, kamu dapat memulai dari sekarang menggunakan dana THR-mu untuk investasi kecil-kecilan. Lalu, jika sudah mencukupi, kamu bisa mulai berinvestasi ke properti. Kamu bisa menjualnya lagi dengan harga lebih tinggi, menyewakannya, atau menggunakannya sendiri untuk tempat usaha, kantor, atau rumah.

 

Menabung

Semua orang pasti menyarankan untuk menabung. Seiring bertambahnya jumlah kebutuhan kita, kadang kita melupakan hal yang satu ini: menabung.

Kita lebih memilih untuk membelanjakan dulu uang kita, lalu sisanya baru kita tabung. Metode ini sering kali tidak berhasil. Alih-alih menabung, uang kita malah habis entah ke mana. Niat untuk menabung pun kandas dengan berbagai macam alasan. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kamu memprioritaskan sebagian THR-mu untuk ditabung. Sisanya dapat digunakan untuk keperluan yang lain.

Sebaiknya, kamu memiliki satu rekening khusus untuk tabungan. Jangan

menggabungkan rekening pembayaran gaji dengan tabungan. Usahakan untuk tidak mengotak-atik rekening tabungan dan simpanlah kartu ATM-nya di rumah agar kamu tidak tergoda untuk mengambil uang dari rekening itu.

Kamu juga dapat memanfaatkan fasilitas bank dengan membuka rekening tabungan berjangka yang telah tersedia. Pada tabungan berjangka, biasanya kamu diwajibkan untuk memberikan setoran dalam jumlah tertentu setiap bulannya selama jangka waktu yang dapat kamu tentukan sendiri. Selama jangka waktu itu, kamu tidak diperbolehkan untuk menarik uang dari rekeningmu. Tabungan berjangka sebenarnya mirip dengan sistem deposito. Perbedaannya terletak pada setoran bulanan, jangka waktu, dan persentase bunga yang didapatkan.

 

Modal usaha

Kiat cermat yang terakhir tetapi tidak kalah penting adalah menjadikannya sebagai modal usaha. Hal ini jarang sekali terpikirkan oleh banyak orang. Padahal, tidak ada salahnya jika kamu menggunakan dana THR untuk memulai usahamu sendiri. Dengan dana THR sebagai modal usaha, kamu dapat memperoleh penghasilan sampingan di luar gaji bulananmu.

Kamu dapat memilih jenis usaha sesuai dengan jumlah THR yang diterima. Tidak perlu bingung dengan jumlah modal yang kamu miliki karena yang paling penting adalah memulai usaha itu.

Apabila kamu sudah mengetahui jenis usaha yang ingin dijalani, segera alokasikan dana THR-mu untuk modal usaha itu. Karena jika tidak, kemungkinan besar kamu akan tergoda untuk menghabiskan dana THR untuk hal-hal lain, sehingga rencana untuk memulai usaha akan kembali tertunda.

 

 

Nah,

setelah membahas 5 kiat cermat untuk mengelola dana THR, kamu bisa mulai merencanakan penggunaan dana THR-mu dari sekarang.

Tentu saja, kamu tidak harus menghabiskan seluruhnya untuk kelima alternatif di atas. Sedikit hura-hura juga bukan dosa besar. Lagipula, THR juga adalah hasil kerja kerasmu selama ini, kan?

Nikmatilah saat ini, tetapi sisakan untuk kamu nikmati saat nanti!