Digitalisasi ekonomi di tanah air membuktikan bahwa Indonesia semakin berkembang dalam mengikuti siklus keuangan dunia. Skema pembiayaan melalui teknologi finansial turut menjadi primadona karena membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Namun bagaimana dengan kebutuhan masyarakat akan pinjaman jangka pendek?

KreditCepat hadir sebagai solusi yang menawarkan kredit jangka pendek, dengan tenor waktu antara 5 sampai 30 hari. Program pinjaman jangka pendek ini ibarat oase ditengah sulitnya memperoleh pinjaman dari Bank, yang rata-rata memberi pinjaman lebih dari satu bulan. Padahal banyak elemen masyarakat yang membutuhkan kredit jangka pendek hanya untuk memperbaiki struktur cash flow mereka.

Adinda Artemissia selaku Direktur Utama PT. Alfa Finance Indonesia, perusahaan yang menaungi KreditCepat, mengatakan:

Kami sejak awal menargetkan untuk masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan pinjaman cepat dan aman.

Melalui Merdeka.com, dia menuturkan bahwa KreditCepat telah menyalurkan dana hampir Rp 400 juta kepada 3.000 peminjam. Penerima manfaatnya menjadi sangat banyak, karena perusahaan membatasi nilai pinjaman tidak lebih dari Rp 8 juta. Dengan demikian, segmen masyarakat yang disasar akan terkena dampak positif lebih banyak.

Selain itu karena sifatnya kredit jangka pendek, bunga yang ditawarkan juga kompetitif yakni sebesar maksimal 1% dan dihitung harian.

Jadi sebagai contoh, Anda pinjam Rp 8 juta dengan bunga 1% dan tenor waktu 30 hari. Maka setiap hari Anda akan dikenakan bunga Rp 80 ribu, kemudian setelah 30 hari jumlah bunganya adalah Rp 2,4 juta. Dari perhitungan tadi, maka total yang harus dikembalikan menjadi Rp 10,4 juta.

Kredit Jangka Pendek Yang Cepat dan Mudah

Kemudahan pengajuan pinjaman jangka pendek menjadi fokus utama KreditCepat, sehingga tidak perlu bertumpuk dokumen dan menunggu lama seperti di bank konvensional. Dikutip dari Tribunnews.com, syarat pengajuan kredit hanya membutuhkan slip gaji minimal Rp 2 juta dan KTP. Tentu saja Anda harus mendaftarkan diri ke aplikasi online KreditCepat karena akan dinalisis terlebih dahulu, apakah layak mendapatkan bantuan pinjaman.

Perusahaan kemudian akan melakukan verifikasi, salah satunya melalui telepon kantor dan beberapa indikator lainnya.

Apa yang harus Anda lakukan?

Menunggu dengan tenang. Karena apabila sudah dinyatakan lolos verifikasi, dana pinjaman akan langsung ditransfer ke rekening tanpa potongan.

Perlu diketahui bersama, bahwa semua data yang disampaikan oleh nasabah dijaga kerahasiaannya, sehingga tidak perlu khawatir disalahgunakan. Debitur juga tidak perlu mengkhawatirkan tindak kekerasan yang biasa dilakukan oleh beberapa oknum tidak bertanggung jawab.

Standard operating procedure (SOP) penagihan bagi peminjam gagal bayar sudah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, mulai dari prosedur, sistem pencegahan, hingga penanggulangan kredit macet. SOP tersebut dinilai manjur karena tingkat non performing loan dari KreditCepat. relatif rendah, tidak sampai 1 %. Bahkan dengan rate tersebut, sudah termasuk komponen biaya proses pemberian kredit yang meliputi biaya administrasi, biaya pinjaman, dan biaya marketing.

Regulasi OJK

OJK sebagai polisi bagi perusahaan berbasis teknologi finansial sudah menerbitkan payung hukum untuk menjamin keamanan bisnis keuangan. Pihak otoritas juga telah menyaring sedemikian rupa, agar hanya fintech berkualitas yang dapat menyalurkan kredit ke masyarakat.

Oleh karena itu, aturan pertama sebelum meminjam ke perusahaan fintech adalah memastikan terlebih dahulu status perusahaan di OJK. Klien perlu berhati-hati, karena jumlah fintech yang tidak terdaftar di OJK lebih banyak dibanding dengan yang berstatus resmi. Fintech “gelap” inilah sejatinya merugikan baik bagi perusahaan resmi, masyarakat, bahkan ekonomi regional.

Seperti kata pepatah kuno,

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga

Pepatah tadi memberi makna, jangan hanya karena satu fintech ilegal, kemudian menyamaratakan. Selain tidak bagus untuk dunia keuangan secara keseluruhan, juga akan merugikan konsumen.

Melalui keterangan tertulis yang dikutip dari Liputan6.com, Adinda Artemissia juga menambahkan bahwa tantangan terbesar KreditCepat adalah memisahkan persepsi buruk fintech ilegal yang telah merugikan masyarakat.

KreditCepat merupakan fintech yang telah terdaftar di OJK dengan spesialisasi bisnis pinjaman jangka pendek. Karena diawasi langsung oleh pihak otoritas, seharusnya tidak diragukan merupakan salah satu perusahaan bonafit di Indonesia. Jika Anda berminat, maka bisa langsung ke situs resminya di www.kreditcepat.co.id untuk mengakses segala kemudahan memperoleh kredit jangka pendek yang ditawarkan oleh perusahaan.