Setelah melalui sekian lama masa pacaran, akhirnya kamu dan pasangan bisa meresmikan hubungan kalian dengan ikatan pernikahan.

Selamat, ya!

Biasanya setelah menikah, kebanyakan pasangan baru memiliki impian untuk memiliki rumah dan mobil sendiri. Hal ini wajar saja. Setelah menikah, kamu memang memiliki tanggung jawab terhadap pasangan dan anak-anakmu kelak.

Kamu juga pastinya berharap bisa menghabiskan waktu bersama keluarga kecilmu dan berkendara dengan nyaman.

Di sisi lain, harga rumah dan mobil setiap tahun semakin menjadi-jadi. Wajar saja jika banyak pasangan baru harus memilih di antara keduanya karena budget keluarga yang terbatas.

Kamu tidak perlu malu atau tertekan karena harus memilih salah satu. Jangan sampai hanya karena mengikuti gaya hidup orang lain, kamu mengambil keputusan yang salah, bahkan langsung membeli keduanya tanpa pikir panjang. Wah, bisa gawat nanti.

Nah, sebelum mengambil keputusan, ada baiknya jika kamu mempertimbangkan 3 poin di bawah ini:

Counting

Memperhitungkan Budget Yang Dimiliki

Untuk mempertimbangkan rumah atau mobil, tentunya kamu harus memikirkan kondisi keuanganmu saat ini. Kamu harus hitung baik-baik apakah budget yang kamu miliki akan mencukupi atau tidak.

Yang dimaksud budget bukan berarti total penghasilanmu dan pasangan, namun uang sisa yang bisa kamu gunakan setelah total penghasilan kalian dipotong dengan biaya keperluan sehari-hari, membayar tagihan, pulsa, dan tentu saja tabungan.

Misalkan, total penghasilanmu dan pasangan dalam sebulan adalah Rp9 juta. Dalam sebulan, kamu harus membayar:

  • kost/kontrakan: Rp2 juta
  • keperluan makan berdua: Rp1,5 juta
  • tagihan kartu kredit, pulsa, asuransi, dll.: Rp2 juta
  • menabung: Rp1 juta.

Ini berarti budget yang kamu miliki per bulannya adalah Rp2,5 juta.

Kalau kamu memilih untuk membeli rumah, kamu bisa mencoret biaya kost/kontrakan dan mengalokasikan uang itu untuk membayar cicilan rumah.

Tapi jangan lupa, dengan membeli rumah, kamu masih harus membayar tagihan listrik, air, uang keamanan, dan iuran-iuran lainnya yang diperlukan setiap bulan.

Di sisi lain, kalau kamu memilih untuk membeli mobil, sisa uangmu bisa dialokasikan untuk membayar cicilan mobil tiap bulan. Tapi, jangan lupa untuk menyediakan alokasi dana untuk bensin, tol, pajak, dan biaya servis yang pastinya akan kamu perlukan setelah memiliki mobil sendiri.

Untuk menghemat budget, kamu bisa membeli rumah lama yang kemudian direnovasi atau membeli rumah murah yang dibangun pemerintah di beberapa kota. Kamu juga bisa membeli mobil bekas yang masih bisa dipakai dengan baik. Kalau ada sisa, kamu bisa mencicil lainnya.

Dalam menghitung budget, kamu harus benar-benar berhati-hati. Usahakan untuk selalu mengalokasikan dana untuk menabung karena tabungan sangat berguna jika ada keperluan mendadak yang tidak bisa ditunda. Kalau seluruh penghasilanmu dihabiskan tanpa menabung, kamu akan kerepotan saat memiliki keperluan mendadak. Lalu akhirnya, kamu akan terpaksa berutang.

Artinya, di bulan berikutnya, pengeluaranmu akan bertambah lagi untuk mengembalikan atau membayar cicilan utangmu ini.

Oleh sebab itu, perhitungkan baik-baik sebelum kamu mengambil keputusan. Apakah budget-mu mencukupi untuk membeli rumah atau mobil.

Thinking

Berpikir ke Depan Dari Sekarang

Kalau kamu sudah memperhitungkan dari segi budget, pertimbangan selanjutnya adalah rencanamu ke depan setelah menikah.

Setelah menikah, kamu dan pasangan kini memiliki rumah tangga sendiri. Untuk itu, rumah adalah pilihan yang lebih penting kalau kamu tidak memiliki kendala budgeting dan sudah memutuskan untuk menetap di suatu tempat.

Engan memiliki rumah sendiri, kamu bisa mendapatkan tempat tinggal tetap untuk pasangan dan anak-anakmu. Cicilannya pun biasanya lebih murah dibandingkan dengan biaya kontrak atau kost.

Selain itu, sudah merupakan rahasia umum bahwa harga rumah pasti akan selalu meningkat setiap tahunnya, dibandingkan dengan harga mobil yang cenderung menurun.

Jadi, kalau kamu memutuskan untuk membeli rumah saat ini dan suatu saat kamu harus pindah, rumah yang sudah kamu beli itu akan bernilai jauh lebih tinggi dibandingkan saat kamu membelinya. Otomatis, kamu akan mendapat keuntungan dari margin harga jual-beli rumah itu.

Nah, kalau kamu sudah memiliki dana yang cukup untuk membayar DP dan cicilan KPR, serta menentukan lokasi tinggal, kamu bisa memilih untuk membeli rumah lebih dulu.

Setelah membeli rumah, kamu masih bisa bepergian dengan mudah. Ingat, saat ini teknologi sudah maju dan kita bisa dengan mudah memesan transportasi online di mana pun dan ke mana pun. Untuk pergi sendiri, berdua dengan pasangan, maupun dengan anak-anakmu nanti, kamu bisa memilih sepeda motor atau mobil online.

Tapi, banyak pasangan yang setelah menikah belum memutuskan untuk menetap di kota mana pun. Kalau kamu adalah salah satunya, mobil merupakan pilihan yang lebih bijak.

Memilih untuk membeli mobil juga tidak salah, terutama kalau dana yang kamu miliki saat ini belum mencukupi untuk membeli rumah. Selain itu, dengan membeli mobil, kamu juga bisa memanfaatkannya untuk mencari penghasilan tambahan seperti menjadi driver ojek online atau membuka usaha rental kecil-kecilan.

Membeli mobil juga merupakan pilihan yang lebih baik kalau kamu dan pasangan memiliki hobi bepergian atau memiliki pekerjaan yang membutuhkan mobil.

Hanya kamu dan pasanganmu yang tahu kebutuhan penting kalian. Jadi, jangan hanya memikirkan masa sekarang, tapi juga masa depan karena semua yang kamu beli bisa dianggap sebagai investasi masa depanmu.

couple

Dipikirkan Dengan Matang Bersama Pasangan

Ikatan pernikahan menyatukan dua individu menjadi sebuah keluarga yang utuh. Kamu dan pasangan kini bukan lagi dua individu yang berjalan sendiri, namun satu kesatuan dalam menghadapi segala suka dan duka dalam kehidupan berumah tangga.

Oleh karena itu, dalam mempertimbangkan sebuah keputusan, sudah seharusnya kamu dan pasangan duduk bersama dan mendiskusikan setiap masalah, termasuk untuk memilih mana yang lebih didahulukan: rumah atau mobil. Ajaklah pasanganmu berdiskusi bersama mengenai sisi positif dan negatif membeli rumah dan mobil.

Yang terpenting dalam diskusi adalah saling mendengarkan. Alih-alih mengutarakan semua keinginan dan alasan yang kamu miliki, bertanyalah pada pasanganmu: apa yang dia inginkan dan apa alasannya?

Kalau keinginan kalian ternyata sama, pertimbangkan cara untuk mencapai keinginan itu: Tunai atau kredit? Menabung atau mencicil? KPR atau perusahaan keuangan mana yang akan kalian pilih?

Nah, kalau ternyata keinginanmu dan dia berbeda, pikirkan baik-baik poin mana saja yang harus dipertimbangkan dalam alasan kalian. Lalu, coba sisihkan waktu satu atau dua hari untuk merenung dan memikirkannya. Terakhir, cobalah mengambil jalan tengah dengan memikirkan solusi yang paling tepat untuk menentukan membeli rumah atau mobil.

Ingatlah untuk tidak mengambil keputusan sendiri atau dalam hal apa pun. Kamu tidaklah sendiri lagi sekarang. Biasakan untuk selalu berkomunikasi tentang keputusan apa pun yang akan kamu ambil.

Singkatnya,

membeli rumah dan mobil sama-sama bisa menjadi investasi. Semua tergantung budget, kebutuhan, serta bagaimana kamu dan pasangan menyikapinya dan memanfaatkan peluang yang ada.

Apa pun yang menjadi keputusanmu dan pasangan, jalani keputusan itu dengan mantap. Jangan ambil langkah setengah-setengah karena hanya akan membuatmu menyesal dan tidak ikhlas dalam menjalani kehidupanmu.

Kalau kamu memilih rumah, cintailah hunian barumu dan nikmati rasa memiliki yang selama ini tidak bisa kamu rasakan di kontrakan atau kost. Kalau kamu memilih mobil, bawalah mobil barumu berjalan-jalan bersama pasangan dan nikmati sensasi mobil baru yang akhirnya kamu miliki itu.

Nikmatilah hidup yang hanya sekali ini, dan jangan memenuhinya dengan penyesalan. Selamat memilih bersama pasangan!