Biaya hidup yang semakin tinggi membuat kita semua harus semakin jeli juga dalam mengatur keuangan. Tak cukup hanya dengan memiliki tabungan, kita juga harus membuat uang kita tumbuh dengan harapan kita bisa menikmati kebebasan finansial di masa depan. Salah satu cara menumbuhkan uang yaitu dengan berinvestasi. Kali ini, KreditCepat akan membahas satu pilihan instrumen investasi yang populer di Indonesia yaitu reksadana. Yuk, kita pelajari lebih mendalam tentang pengertian reksadana dan manfaat serta resikonya!

Apa Itu reksadana?

Reksadana bisa diibaratkan sebagai sebuah wadah yang menampung dana dari masyarakat yang dalam hal ini bertindak sebagai pemodal atau disebut juga investor. Masyarakat pemodal mempercayakan dana tersebut pada manajer investasi yang lalu akan menginvestasikannya dalam portofolio efek (surat berharga). 

Jadi, kamu bisa membayangkan satu unit reksadana sebagai sebuah keranjang besar yang berisikan berbagai macam saham, obligasi, deposito perbankan dan surat berharga lainnya. 

Instrumen-instrumen investasi yang ada dalam unit-unit reksadana diharapkan akan menghasilkan keuntungan di masa depan. Karena itulah, berinvestasi di reksadana bisa membawa cuan, meskipun tentunya ada risiko-risiko yang harus diperhitungkan. 

 

Kenapa memilih berinvestasi reksadana?

 

  • Mudah memulai dengan modal kecil

 

Investasi reksadana cocok bagi pemula karena tidak membutuhkan modal yang banyak. Di beberapa perusahaan sekuritas, kamu bisa memulai investasi reksadana dengan modal mulai dari Rp 50.000 saja. 

Memulai investasi reksadana juga mudah karena ada banyak pilihan tempat membelinya, mulai dari bank, perusahaan sekuritas, maupun agen penjual reksadana berbasis online seperti misalnya marketplace online dan perusahaan fintech. Pilihan-pilihan ini akan kita bahas di artikel selanjutnya, ya!

 

  • Lebih praktis dengan adanya manajer investasi

 

Kamu ingin berinvestasi di pasar saham tapi tidak tahu harus membeli saham yang mana? Atau mungkin kamu tidak punya banyak waktu ataupun keahlian yang mumpuni dalam menghitung risiko setiap instrumen investasi yang kamu miliki? Kalau iya, kamu bisa memanfaatkan instrumen investasi yang satu ini. 

Ini karena saat kamu membeli reksadana, kamu mempercayakan uang kepada manajer investasi yang mengelola dana tersebut, sehingga kamu tak perlu repot-repot memantau kinerja setiap instrumen investasi di dalamnya. Jadi, praktis, kan?

 

  • Potensi keuntungan lebih tinggi dibanding deposito bank

 

Kinerja beberapa jenis reksadana cukup baik di sepanjang tahun 2020. Berdasarkan data dari Infovesta Utama, indeks reksadana pendapatan tetap berhasil tumbuh hingga 8,99% sepanjang tahun. Sebuah produk reksadana pendapatan tetap yang mencatatkan return terbaik di tahun kemarin, Mega Asset Mantap Plus, bahkan berhasil memberikan keuntungan sebesar 32,13% bagi pemodal. Angka keuntungan tersebut tentu lebih tinggi dibandingkan bunga deposito bank yang biasanya berkisar 3-5% saja per tahun di sepanjang 2020.

 

  • Diversifikasi portofolio investasi

 

Di dalam satu unit reksadana biasanya terdapat berbagai instrumen investasi. Ini berarti kamu sebagai investor dapat melakukan diversifikasi portofolio investasi dengan hanya memiliki satu unit reksadana saja. Diversifikasi portofolio penting dilakukan untuk meminimalisir resiko kerugian.

Apa saja risiko investasi reksadana?

Reksadana adalah instrumen investasi. Seperti semua instrumen investasi lainnya, berinvestasi pada reksadana juga memiliki risiko. 

Salah satu resiko yang muncul pada investasi reksadana yaitu resiko kerugian. Sebagai investor, kamu harus menyadari bahwa berinvestasi di reksadana belum tentu menghasilkan keuntungan. Hal ini dapat terjadi jika saham, obligasi, deposito, atau surat berharga lainnya yang masuk ke dalam portofolio reksadana yang kamu miliki mengalami penurunan harga sehingga mempengaruhi potensi return atau keuntungan dari unit reksadana tersebut.

Resiko lainnya yaitu resiko likuiditas. Ini bisa terjadi jika sejumlah besar investor melakukan redemption (penjualan kembali) unit-unit reksadana yang mereka miliki. Jika itu terjadi, mungkin saja manajer investasi kesulitan menyediakan uang tunai untuk membeli kembali unit-unit reksadana tersebut, sehingga investor kesulitan mendapatkan kembali uang mereka.

Nah, itulah penjelasan mengenai instrumen investasi yang disebut dengan reksadana. Pada artikel berikutnya, KreditCepat akan membahas tentang jenis-jenis reksadana yang bisa kamu pilih untuk membangun portofolio investasi milikmu.